Palangka Raya – Langit mendung menyelimuti lapangan SMAN 3 Palangka Raya pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Meski awan kelabu menggantung, seluruh guru dan peserta didik tetap berdiri rapi mengikuti upacara bendera Senin, sebuah rutinitas yang pagi itu sarat dengan pesan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Upacara dipimpin oleh Riki Walinono, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, selaku pembina upacara. Sejak awal kegiatan berlangsung khidmat, dengan ekstrakurikuler Paskibra menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih secara disiplin dan penuh penghayatan.
Dalam amanatnya, Riki Walinono menekankan pentingnya menjaga sarana dan prasarana sekolah sebagai bentuk rasa memiliki terhadap lingkungan belajar. Menurutnya, fasilitas sekolah adalah penunjang utama kegiatan pendidikan yang harus dirawat bersama oleh seluruh warga sekolah.
“Sarana dan prasarana sekolah ini adalah milik kita bersama. Menjaganya berarti menghargai proses belajar dan menghormati usaha semua pihak yang telah menyediakan fasilitas ini,” ujar Riki di hadapan peserta upacara. Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap fasilitas mencerminkan karakter dan kedisiplinan peserta didik.
Petugas upacara berasal dari kelas XI-7 dengan pendampingan wali kelas Irwan Sofyan, M.Sos. Tugas-tugas upacara dijalankan oleh Rolly Silvanos sebagai pemimpin upacara, Adila Rafi Anwar sebagai pengatur upacara, Auberta Vania sebagai pembawa acara, serta Dahlia sebagai pembaca teks UUD 1945 dan Janji Siswa.
Selain itu, Abel Antony Arllen bertugas sebagai ajudan pembina, Rezkia Salwa Aditya Putri membacakan Ikrar Anti Narkoba, dan Cantika Putri Prihantini memimpin doa. Jalannya upacara turut didukung oleh petugas tambahan dari PMR, Pramuka, dan PKS yang menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.
Momen upacara juga diabadikan oleh tim dokumentasi Nayanika Amerta yang terdiri dari Ahmad Gizzakhary P.H., Jeremy Tzar T.M., Anthoniyo Agustria, dan Samuel Raditya A. Mereka sigap merekam setiap bagian penting sebagai dokumentasi kegiatan sekolah.
Upacara bendera pagi itu menjadi lebih dari sekadar rutinitas mingguan. Di bawah langit mendung, pesan tentang kepedulian terhadap fasilitas sekolah menggema kuat, mengingatkan seluruh warga SMAN 3 Palangka Raya bahwa menjaga lingkungan sekolah berarti menjaga masa depan bersama.

